di dunia yang cuma sekali
kalau di dunia ini cuma dikasih satu kali kesempatan hidup, mungkin indah jika kita isi hal-hal yang melegakan hati. sesuatu yang dirasa lebih punya makna mendalam, yang membuatmu merasa ‘inilah jalan hidup yang ingin aku bangun saat ini’ tanpa perlu merasa bahwa ketidaksiapan itu menjadi penghalang semua.
kalau di dunia ini cuma dikasih satu kali kesempatan hidup, mungkin cinta yang membingungkan itu bisa kamu perjelas lewat definisi versimu sendiri. biarkan ia bertumbuh dan menjadi oksigen yang kamu hirup dalam-dalam, menyadari bahwa hidup memang cuma sekali dan hanya itu yang kita punya.
kalau di dunia ini cuma dikasih satu kali kesempatan hidup, ketidakberuntungan itu hanyalah bumbu kelewat pahit karena kelamaan dibiarkan dingin, berkerak, dan berlendir selama berhari-hari di udara lepas. lalu kamu meracik lagi makananmu sendiri dengan bumbu yang gurih, manis, sedap dirasa. dan menyantapnya sampai kamu memikirkan orang tersayang harus menyantapnya juga.
kalau di dunia ini cuma dikasih satu kali kesempatan hidup, semoga luka dan perih di batinmu segera mengering. biarkan korengnya menghiasi sampai pudar dilihat, dan selagi menerima proses luka itu mengering, belajarlah. terbukalah dengan ketidaktahuan, rayakan perasaan baru yang menyenangkan, membingungkan, mungkin jadi menyakitkan.
kalau di dunia ini cuma dikasih satu kali kesempatan hidup, semoga hidup memberimu berjuta-juta kesempatan untuk belajar, mencoba, jatuh, berhasil, dan bangkit dengan caramu sendiri.
No comments: